Tempat kongkow bebas berekspresi ^_^

Wanita Harus Tahu Fakta-fakta Soal Orgasme

ilustrasi
Orgasme merupakan hal yang penting dalam kehidupan seksual, terutama para wanita. Kadang meskipun memahaminya, mereka masih enggan untuk membicarakannya pada pasangan. Bisa jadi karena malu, atau terasa tabu.

Namun setidaknya, memahami fakta-fakta soal orgasme juga sama penting. Dirangkum dari berbagai sumber, kamu bisa pelajari fakta-faktanya sebagai berikut:

1. Tak cuma dari penetrasi

Kurang dari 20 persen wanita dapat merasakan orgasme hanya dari penetrasi vagina saja. Menurut studi tersebesar dalam orgasme sejauh ini, yang dipublikasikan di Journal of Sex and Marital Therapy pada tahun 2017, hanya 18 persen wanita, khususnya di Amerika Serikat, dapat mencapai orgasme hanya dari penetrasi vagina.

2. Stimulasi klitoris masih dibutuhkan

Lebih dari sepertiga wanita mengatakan mereka membutuhkan sedikit stimulasi klitoris agar bisa orgasme. Angka tersebut terasa kecil, mengingat struktur klitoris dan ribuan ujung saraf yang berada di sana.

Menurut sebuah studi lainnya, 36,6 persen wanita akan mengatakan bahwa stimulasi klitoris sangat 'dibutuhkan' untuk bisa merasakan orgasme.

3. Kedua stimulasi tak dapat dipisahkan

Baik stimulasi vagina dan klitoris tak dapat dipisahkan. Seperti dijelaskan oleh Rosara Torrisi, seorang terapis seks terkemuka di Long Island Institute of Sex Therapy, bahwa klitoris dapat distimulasi secara tidak langsung saat penetrasi di dalam vagina.

"Hal ini disebabkan klitoris bukan hanya titik kecil di vulva, namun keseluruhan struktur yang melebar di tubuh. Sangat dipercayai bahwa kondisi stimulasi 'internal' tersebut adalah yang banyak orang bilang sebagai G-spot palsu," lanjutnya, dikutip dari Cosmopolitan.

4. Foreplay itu penting!

Bagi sebagian besar wanita, foreplay alias pemanasan sebelum bercinta adalah hal yang amat penting. Di dalam sebuah studi, mayoritas wanita menyebutkan mereka menghabiskan waktu untuk membangun gairah dan sekaligus menjadi sesuatu yang memicu orgasme.

Torrisi mengatakan, "Bagi banyak wanita, seks lebih dari sekadar keintiman, sehingga foreplay merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keintiman tersebut."

5. Tak ada orgasme yang sama

Tiap orgasme yang dialami seorang wanita tidak pernah sama. Torrisi menyebut semua orgasme berbeda-beda intensitasnya berdasarkan sensasi, situasi, rangsangan, dan kemungkinan rasa takut dan hambatan.

Sehingga hal-hal seperti lingkungan, apa yang terjadi dalam keseharianmu, apa yang kamu rasakan hari itu, semuanya adalah faktor, lanjutnya. Sehingga tak bisa dibilang memproduksi orgasme tiap kali bukanlah tanggung jawab salah satu pasangan saja.

6. Orgasme berkali-kali? Bisa!

Wanita berbeda dari laki-laki. Orgasme pada wanita bisa hingga berkali-kali, namun jumlahnya pada tiap wanita berbeda-beda.

Akan tetapi tak berarti bahwa setiap kali wanita berhubungan seks, ia akan selalu mengalaminya. Terkadang bahkan bisa jadi ada satu sesi di mana justru hanya mengalami orgasme sekali, walau biasa mengalaminya berkali-kali.

7. Lebih kuat saat haid

Beberapa wanita mengalami orgasme yang kuat saat sedang haid. Ketika haid, wanita justru mengalami 'banjir'nya hormon estrogen dan akan membuat orgasme bisa semakin liar.

Walau bercinta saat haid memang bisa, namun sebagian pakar tidak menganjurkannya. Beberapa risiko bisa terjadi seperti infeksi dan bahkan penyumbatan pembuluh darah di organ vital.

8. Ada saatnya perlu waktu

Tak hanya pria yang memerlukan waktu untuk 'pulih' usai ejakulasi, namun beberapa wanita juga membutuhkan hal yang sama usai mengalami orgasme.

Menurut International Society for Sexual Medicine, refractory periods atau periode pemulihan tak sama bagia semua wanita, namun bukan hal yang aneh untuk mengalami hipersensitivitas usai orgasme yang bahkan bisa membuat sentuhan fisik berasa seakan kewalahan untuk sekadar dinikmati.

9. Kadang terasa nyeri

Terkadang orgasme bisa terasa nyeri, yang banyak disebut dengan disorgasmia. Disorgasmia bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari endometriosis hingga adanya riwayat trauma seksual.

Yang perlu dicatat adalah jika terasa nyeri saat orgasme bukanlah hal yang normal. Bila mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter kandungan atau ahli obstetri-ginekologi.

10. Bisa orgasme saat tidur

Bukan cuma pria yang bisa alami mimpi basah saat tidur, wanita juga bisa mengalami hal yang sama. Orgasme saat tidur bukanlah mitos untuk para wanita.

Orgasme saat tidur sama saja seperti orgasme biasa, tergantung dari seberapa 'panas' mimpi seksual yang dialami. Para wanita juga tidak perlu merasa bersalah bila mengalami hal ini.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Copyright © 2016 Ita Bohai | Powered by blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com